Home » » Batu Bacan : Sejarah Batu Bacan

Batu Bacan : Sejarah Batu Bacan

Written By Ali Serizawa on Selasa, 19 Agustus 2014 | 02.12

Batu Bacan : Sejarah Batu Bacan


Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai Sejarah Batu Bacan.

Dalam Sejarah Batu bacan sudah dikenal sejak tahun 1960an. Sejarah Batu bacan yaitu terdapat di Pulau Kasiruta bukan di pulau Bacan, karena pusat pemerintahan berada di Labuha, pulau Bacan oleh karena itu batu tersebut dinamai batu bacan. Pada waktu itu, jenis batu bacan yang sangat digemari masyarakat adalah jenis batu bacan yang berwarna hati hiu, Batu bacan kembang super dan batu bacan yang berwarna biru.

Kenapa dikatakan batu bacan warna kembang super, karena terdiri atas 3-4 warna yang terdapat dalam batu bacan tersbut. Orang yang menggosok batu bacan pertamakali bernama Muhammad tinggal di desa Amasing, Pulau Bacan. Dulu, batu bacan sama sekali tidak dihargai semahal seperti sekarang karena dulu tidak ada pembeli lokal dan pembeli dari luar daerah. Pada saat itu, tidak ada satupun dari masyarakat yang mencari nafkah dengan mencari batu bacan (penambang).

Mata pencaharian masyarakat di pulau Kasiruta sebagai petani yang pergi ke kebun/ mencari damar. Kadang mereka juga menemukan batu bacan di sungai atau erosi (gunung yang longsor). Jika ada petani yang menemukan batu bacan biasanya menukar batu bacan dengan barang-barang sembako. Pada tahun 1990an bongkahan batu bacan super kurang lebih 10 kg dengan jenis super pertama kali dibeli oleh turis dari Singapura dengan uang ribuan dolar Singapura (yang nilainya ditukar Rupiah pada masa itu sebesar 7 juta ).
Bapak pemilik batu bacan bernama Anongko Golf tinggal di desa Palamea, pulau Kasiruta di sebelah barat. Pada saat ini desa Palamea sudah menjadi ibukota kecamatan Bacan Barat. Orang dari negara Singapura yang membeli batu bacan dengan harga yang masa itu cukup tinggi menyebabkan batu bacan sudah mulai dikenal di kalangan penggemar batu mancanegara.

Selesai kerusuhan, sekitar tahun 2005 batu bacan mulai banyak diminati. Pembeli yang sangat berminat dengan batu bacan adalah kalangan dari Suku Tionghoa. Suku Tionghoa membeli batu bacan dengan jenis yang berbeda. Batu bacan yang sangat diminati ialah batu bacan hijau dan batu bacan biru.

Batu bacan warna merah juga mereka cari tetapi sangat sulit didapatkan batu bacan yang berwarna merah. Mulai tahun 2009 sampai sekarang, pembeli  dari suku Tionghoa dan Luar Negeri datang langsung membeli bongkahan batu bacan ke lokasi penambangan di pulau Kasiruta dengan harga yang sangat mahal hingga ratusan juta lebih.

Sekarang ini, bongkahan batu bacan sudah sulit didapat. Ada juga penambang batu bacan yang mencari batu bacan bisa mendapatkan 1-2 minggu, ada juga selama kurun waktu berbulan-bulan tidak mendapatkan batu bacan di lokasi.

Penambang batu bacan selain penduduk lokal, ada juga yang berasal dari daerah Manado, akan tetapi mereka tidak bertahan lama karena ongkos hidup penggalian sangat besar dan medan/ lokasi penambangan sangat sulit. Banyak jatuh korban yang meninggal dunia dalam pencarian batu bacan, hal ini karena tertimpa pohon, tertimpa batu dan ada juga yang sakit. Masyarakat penggemar batu bacan di luar Maluku Utara yang mengenal batu bacan, mereka sangat heran mengapa harga batu bacan sangat mahal. Memang batu bacan mahal karena batu bacan sangat unik dan aneh. Kebanyakan orang berpikir batu bacan seperti batu permata pada umumnya yang pertama kali ditemui harus jernih dan bening.

Contoh batu bacan yang berwarna hitam, kemudian pakai mata cincin batu bacan itu bersentuhan langsung dengan kulit anda sehingga proses beningnya batu bacan lebih cepat dengan bantuan panas tubuh (batu bacan adalah batu yang hidup).

Hati-hati ada juga batu lain yang mirip dengan batu bacanBatu bacan tersebut pada umumnya ditemui pertama kali langsung berwana bening. Ada juga batu bacan yang tidak proses, disebabkan batu tersebut sudah mati. Dagingnya dan warna batun bacannya bagus, tetapi batu tersebut sudah tidak memiliki cahaya.

Ini adalah contoh batu bacan proses yang pertama kali berwarna hitam pekat dan tidak tembus, sekarang batu bacan ini muncul warna biru bening. 

Gambar Batu Bongkahan batu bacan














Demikianlah sejarah batu bacan dalam tulisan ini, semoga artikel mengenai sejarah batu bacan bermanfaat bagi anda.

Sumber tulisan Sejarah Batu Bacan : Masyarakat setempat

Share this article :
 
Kategori : Pengertian Pakar | Artikel Hukum
Copyright © 2015. BATU BACAN - All Rights Reserved
Didukung oleh : Hukum | Kisah Nabi
Proudly powered by Blogger